daftar caleg maluku tengah 2019

Hampirsemua partai politik peserta pemilu tetap mengusung eks napi koruptor sebagai calon anggota legislatif DaftarAnggota DPR RI Dapil Maluku. 12.00 / Bung Fajrin / Daftar Anggota. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Daerah Pemilihan Maluku. Periode 2014-2019. Rohani; Mercy Chriesty Barends, ST; Edison Betaubun, SH, MH; Amrullah Amri Tuasikal, SE; Tweet; Like It; Google + Legislatif. JAKARTA Komisi Pemilihan Umum (KPU) membeberkan ada 49 orang calon anggota legislatif pada Pemilu 2019 yang merupakan mantan terpidana kasus korupsi. Jumlah itu tersebar di 12 partai politik nasional. "Ada 49 caleg berstatus mantan terpidana korupsi pada Pemilu 2019. Bahwa kemudian mengutip Pasal 182 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 yang mensyaratkan calon legislasi [] Daftaranggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Maluku 2019-2024 Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas Berikut ini adalah daftar anggota PartaiGolongan Karya (Partai Golkar), sebelumnya bernama Golongan Karya (Golkar) dan Sekretariat Bersama Golongan Karya (Sekber Golkar), Partai Golkar merupakan salah satu partai politik tertua di Indonesia. Partai Golkar didirikan pada tanggal 20 Oktober 1964 oleh Soeharto dan Suhardiman. mở bài gián tiếp đoàn thuyền đánh cá. Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi Perludem Jakarta, 7 Februari 2019 DIOLAH BERDASARKAN DATA YANG DIUMUMKAN KPU 9 DPD, 16 DPRD Provinsi, 19 DPRD Kabupaten, dan 5 DPRD Kota 1. PARTAI KEBANGKITAN BANGSA Tidak ada. 2. PARTAI GERINDRA 6 enam orang 3 caleg DPRD Provinsi dan 3 caleg DPRD Kabupaten. 1. Moh. Taufik, Caleg DPRD Provinsi DKI, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan DKI 3 Jakarta Utara B Kec. Penjaringan, Kec. Pademangan, Kec. Tanjung Priok. 2. Herry Jones Johny Kereh, Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Sulawesi Utara 1 Kota Manado. 3. Husen Kausaha, Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Maluku Utara 4 Halmahera Selatan. 4. Ferizal, Caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur, Nomor Urut 4, Daerah Pemilihan Belitung Timur 1 Manggar, Simpang Renggiang. 5. Mirhammuddin, Caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Belitung Timur 2 Kelapa Kampit, Damar. 6. Hi. Al Hajar Syahyan, Caleg DPRD Kabupaten Tanggamus, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Tanggamus 4 Pulau Panggung, Ulu Belu, Air Naningan. 3. PARTAI DEMOKRASI INDONESIA PERJUANGAN PDIP 1 satu orang caleg DPRD Provinsi. 1. Abner Reinal Jitmau, Caleg DPRD Provinsi Papua Barat, Nomor Urut 12, Daerah Pemilihan Papua Barat 2 Kota Sorong. 4. PARTAI GOLKAR 8 delapan orang 4 caleg DPRD Provinsi dan 4 caleg DPRD Kabupaten. 1. Hamid Usman, Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Maluku Utara 3 Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan. 2. Desy Yusandi, Caleg DPRD Provinsi Banten, Nomor Urut 4, Daerah Pemilihan Banten 6 Kota Tangerang B Kec. Cipondoh, Kec. Ciledug, Kec. Pinang, Kec. Karang Tengah, Kec. Larangan 3. H. Agus Mulyadi, Caleg DPRD Provinsi Banten, Nomor Urut 5, Daerah Pemilihan Banten 9 Pandeglang. 4. Petrus Nauw, Caleg DPRD Provinsi Papua Barat, Nomor Urut 12, Daerah Pemilihan Papua Barat 2 Kota Sorong. 5. Heri Baelanu, Caleg DPRD Kabupaten Pandeglang, Nomor Urut 9, Daerah Pemilihan Pandeglang 1 Koroncong, Cadasari, Kaduhejo, Karang Tanjung, Majasari, Pandeglang. 6. Dede Widarso, Caleg DPRD Kabupaten Pandeglang, Nomor Urut 8, Daerah Pemilihan Pandeglang 5 Carita, Labuan, Pagelaran, Patia, Sukaresmi. 7. Saiful T. Lami, Caleg DPRD Kabupaten Tojo Una-Una, Nomor Urut 12, Daerah Pemilihan Tojo Una-Una 1 Ampana Kota, Ratolindo, Ampana Tete. 8. Edy Muklison, Caleg DPRD Kabupaten Blitar, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Blitar 4 Gandusari, Garum, Selopuro, Talun. 5. PARTAI NASDEM Tidak ada. 6. PARTAI GARUDA 2 dua orang caleg DPRD Kabupaten. 1. Ariston Moho, Caleg DPRD Kabupaten Nias Selatan, Nomor Urut 3, Daerah Pemilihan Nias Selatan 1 Fanayama, Luahagundre Maniamolo, Onolalu, Teluk Dalam. 2. Yulius Dakhi, Caleg DPRD Kabupaten Nias Selatan, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Nias Selatan 1 Fanayama, Luahagundre Maniamolo, Onolalu, Teluk Dalam. 7. PARTAI BERKARYA 4 empat orang 2 caleg DPRD Provinsi dan 2 caleg DPRD Kabupaten. 1. Mieke L. Nangka, Caleg DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Nomor Urut 4, Daerah Pemilihan Sulawesi Utara 2 Minahasa Utara, Kota Bitung. 2. Arief Armain, Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Maluku Utara 4 Halmahera Selatan. 3. Yohanes Marinus Kota, Caleg DPRD Kabupaten Ende, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Ende 1 Ende Selatan, Ende Utara, Ende Tengah, Ende Timur. 4. Andi Muttamar Mattotorang, Caleg DPRD Kabupaten Bulukumba, Nomor Urut 9, Daerah Pemilihan Bulukumba 3 Bulukumpa, Rilauale. 8. PARTAI KEADILAN SEJAHTERA 1 satu orang caleg DPRD Kabupaten. 1. Maksum DG Mannassa, Caleg DPRD Kabupaten Mamuju, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Mamuju 2 Tapalang, Tapalang Barat, Simboro dan Kepulauan, Kep. Bala Balakang. 9. PARTAI PERINDO 2 dua orang 1 caleg DPRD Provinsi dan 1 caleg DPRD Kota. 1. Smuel Buntuang, Caleg DPRD Provinsi Gorontalo, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Gorontalo 6 Boalemo, Pahuwato. 2. Zulfikri, ST, Caleg DPRD Kota Pagar Alam, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Kota Pagar Alam 2 Dempo Selatan, Dempo Tengah, Dempo Utara. 10. PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN PPP Tidak ada. 11. PARTAI SOLIDARITAS INDONESIA PSI Tidak ada. 12. PARTAI AMANAT NASIONAL PAN 4 empat orang 1 caleg DPRD Provinsi, 2 caleg DPRD Kabupaten, dan 1 caleg DPRD Kota. 1. H. Abdul Fattah, Caleg DPRD Provinsi Jambi, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Jambi 2 Batanghari, Muaro Jambi. 2. Masri, Caleg DPRD Kabupaten Belitung Timur, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Belitung Timur 1 Manggar, Simpang Renggiang. 3. Muhammad Afrizal, Caleg DPRD Kabupaten Lingga, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Lingga 3 Kepulauan Posek, Singkep, Singkep Barat, Singkep Pesisir, Singkep Selatan. 4. Bahri Syamsu Arief, Caleg DPRD Kota Cilegon, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Kota Cilegon 2 Citangkil, Ciwandan. 13. PARTAI HATI NURANI RAKYAT HANURA 5 lima orang 3 caleg DPRD Provinsi dan 2 caleg DPRD Kabupaten. 1. Welhelmus Tahalele, Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Maluku Utara 3 Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan. 2. Mudasir, Caleg DPRD Provinsi Jawa Tengah, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Jawa Tengah 4 Rembang, Pati. 3. Akhmad Ibrahim, Caleg DPRD Provinsi Maluku Utara, Nomor Urut 5, Daerah Pemilihan Maluku Utara 3 Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Kota Tidore Kepulauan. 4. Warsit, Caleg DPRD Kabupaten Blora, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Blora 3 Jati, Kradenan, Randublatung. 5. Moh. Nur Hasan, Caleg DPRD Kabupaten Rembang, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Rembang 4 Sarang, Sedan. 14. PARTAI DEMOKRAT 4 empat orang 1 caleg DPRD Kabupaten dan 3 orang caleg DPRD Kota. 1. Jones Khan, Caleg DPRD Kota Pagar Alam, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Kota Pagar Alam 3 Pagar Alam Utara. 2. Jhony Husban, Caleg DPRD Kota CIlegon, Nomor Urut 4, Daerah Pemilihan Kota Cilegon 1 Cibeber, Cilegon. 3. Syamsudin, Caleg DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Nomor Urut 6, Daerah Pemilihan Lombok Tengah 5 Jonggat, Pringgarata. 4. Darmawati Dareho, Caleg DPRD Kota Manado, Nomor Urut 1, Kota Manado 4 Bunaken, Bunaken Kepulauan, Tuminting. 19. PARTAI BULAN BINTANG PBB 1 satu orang caleg DPRD Provinsi. 1. Nasrullah Hamka, Caleg DPRD Provinsi Jambi, Nomor Urut 10, Daerah Pemilihan Jambi 1 Kota Jambi. 20. PARTAI KEADILAN DAN PERSATUAN INDONESIA PKPI 2 dua orang caleg DPRD Kabupaten. 1. Joni Kornelius Tondok, Caleg DPRD Kabupaten Toraja Utara, Nomor Urut 1, Daerah Pemilihan Toraja Utara 4 Dende’Piongan Napo, Kesu’, Sanggalan, Sopai. 2. Mathius Tungka, Caleg DPRD Kabupaten Poso, Nomor Urut 2, Daerah Pemilihan Poso 3 Lore Barat, Lore Piore, Lore Selatan, Lore Tengah, Lore Timur, Lore Utara. PERSEORANGAN DEWAN PERWAKILAN DAERAH 9 Sembilan orang. 1. Abdullah Puteh, Caleg DPD Aceh, Nomor Urut 21. 2. Abdillah, Caleg DPD Provinsi Sumatera Utara, Nomor Urut 39. 3. Hamzah, Caleg DPD Provinsi Bangka Belitung, Nomor Urut 35. 4. Lucianty, Caleg DPD Provinsi Sumatera Selatan, Nomor Urut 41. 5. Ririn Rosyana, Caleg DPD Provinsi Kalimantan Tengah, Nomor Urut 41. 6. La Ode Bariun, Caleg DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Nomor Urut 68. 7. H. Masyhur Masie Abunawas, Caleg DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Nomor Urut 69. 8. A. Yani Muluk, Caleg DPD Provinsi Sulawesi Tenggara, Nomor Urut 67. 9. Syachrial Kui Damopolii, Caleg DPD Provinsi Sulawesi Utara, Nomor Urut 40. Catatan 5 caleg perempuan Desy Yusandi, Mieke L. Nangka, Darmawati Dareho, Lucianty, Ririn Rosyana dan 44 caleg laki-laki. - Partai politik peserta pemilihan umum Pemilu 2019 telah mendaftarkan nama-nama bakal calon anggota legislatif ke Komisi Pemilihan Umum KPU RI. Sebanyak nama yang terdaftar sebagai Daftar Calon Tetap DCT tersebut akan memperebutkan 575 kursi DPR RI dari 80 daerah pemilihan yang tersebar di 34 provinsi. Dari jumlah DCT yang diumumkan KPU per 20 September 2018 tersebut, Tirto mengklasifikasi jumlah caleg berdasarkan wilayah domisili. Perhitungan dilakukan berdasarkan data yang tersedia di situs KPU per 21 Januari 2019. Perhitungan ini hanya melibatkan 93,62 persen data DCT yang tersedia di situs KPU. Pengecualian ini dikarenakan data sejumlah partai yang kosong, yakni 388 dari total DCT yang tersedia di KPU. Sejumlah DCT partai yang kosong tersebut adalah PAN 1, Partai Berkarya 1, PBB 80, Demokrat 4, Partai Garuda 38, Golkar 38, Hanura 1, PKPI 19, PKS 46, PPP 80, dan Perindo 80.Berdasarkan hasil penghitungan, ditemukan sebanyak atau persen calon legislatif Pileg 2019 yang berdomisi bukan di wilayah calon legislatif berdasarkan wilayah domisili adalah hal penting, sebab mereka akan mewakili warga dari daerah pemilihan. Lantas, jika wakil rakyat bertempat tinggal bukan di dapil, bagaimana ia akan memahami kebutuhan warga dan berkontribusi terhadap pembangunan dan kesejahteraan dapil tersebut?Persoalan caleg yang tidak berdomisili di dapil juga terjadi pada Pileg 2014, bahkan jumlahnya cukup besar. Berdasarkan Buku Pemilu 2014 Dalam Angka KPU, 2014, ada sekitar 65 persen caleg terpilih DPR yang tinggal di luar dapil. Meninggalkan hanya 35 persen wakil rakyat dengan domisili asli dapil. Jika ditelusuri lebih jauh, berikut adalah distribusi caleg terpilih berdasarkan partai dan wilayah domisili. Infografik Periksa Data Ada 59,5 Persen Caleg DPR 2019 Tidak Tinggal di Dapil. Dari data yang disajikan, dapat dilihat bahwa caleg yang berdomisili di luar dapil dominan di seluruh partai. Proporsinya pun melebihi 50 persen untuk tiap partai. Golkar dan PAN bahkan memiliki caleg yang berdomisi di luar dapil lebih dari 70 persen. Diberitakan Kompas, Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia Formappi sudah mewanti-wanti hal ini sebelum Pemilu Legislatif 2014. Formappi menjelaskan bahwa orientasi partai politik masih sangat Jakarta-sentris sehingga banyak caleg dengan daerah pemilihan di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi Jabodetabek justru berdomisili di wilayah ini. Kasus 2019 Pada pileg 2019 nanti, jumlah caleg yang berdomisili di luar dapil masih mendominasi, kecuali caleg PKS. Partai ini memiliki 57,84 persen calon legislatif yang berdomisili di dalam dapil. Sementara itu, 12 partai lainnya memiliki caleg dengan domisili non-dapil yang jumlahnya melebihi 50 persen. Tidak jauh beda dengan Pileg 2014, Pileg 2019 juga memiliki caleg yang berdomisili di luar dapil, yakni sebanyak 63,41 persen. Maka dari itu, hanya 36,59 persen calon yang bertempat tinggal sesuai dapil. Infografik Periksa Data Ada 59,5 Persen Caleg DPR 2019 Tidak Tinggal di Dapil. Jika dilihat berdasarkan provinsi, hanya 16 provinsi yang memiliki jumlah caleg berdomisili dapil lebih banyak. Di Sumatera misalnya, hanya Aceh, Jambi, dan Kepulauan Riau yang caleg asli dapilnya lebih banyak dibanding non-dapil. Sementara di Bengkulu, proporsi caleg dapil dan non-dapil setara, sama-sama 50 persen. Di pulau Jawa, caleg asli dapil hanya mendominasi di ibukota. Tentu saja sebenarnya caleg dengan domisili asli Jakarta akan lebih gampang nyaleg di ibukota. Kecuali tidak dipilih oleh partai dan akan menghadapi persaingan berat dengan petahana. Di Kalimantan, hampir tiap provinsi memiliki caleg asli dapil yang lebih banyak, kecuali Kalimantan Utara. Di provinsi ini, meski proporsinya hampir berimbang, caleg non-dapil mendominasi sebesar 5,9 persen. Hal unik juga ditemukan dari perbandingan proporsi caleg adalah Bengkulu dan Maluku Utara proporsi caleg asli dapil dan non-dapil berimbang. Infografik Periksa Data Caleg DPR 2019 Tidak Tinggal di DapilCaleg Berasal dari Jabodetabek Berdasarkan data yang dirilis Formappi, setidaknya terdapat sebanyak caleg dapil non-Jabodetabek yang tinggal di Jabodetabek pada Pileg 2014. Pada Pileg 2019, pola ini berulang dan melibatkan caleg Jabodetabek dengan daerah pemilihan di luar Jabodetabek. Formappi berpendapat bahwa besarnya jumlah caleg tersebut menandakan bahwa kaderisasi partai politik di daerah tidak berjalan dengan beberapa nama familiar seperti Edhie Baskoro Yudhoyono, Ahmad Mumtaz Rais, dan Hutomo Mandala Putra. Ibas terdaftar sebagai caleg dapil Jawa Timur VII sementara domisilinya di Bogor. Putra Amien Rais, Ahmad Mumtaz Rais, akan berebut suara di dapil Jawa Tengah VI, sementara dirinya tinggal di Jakarta Selatan. Kemudian ada Tommy Soeharto yang akan berebut suara di dapil Papua meski berdomisili di Jakarta Pusat. Sebenarnya keterpilihan caleg yang berdomisili di luar dapil ini bisa diminimalisasi. KPU, lewat situsnya, telah menyediakan informasi mengenai kandidat yang akan dipilih. Masyarakat bisa mencari tahu siapa caleg yang akan bertarung di daerahnya dengan mengklik menu Lihat Data DCT’ pada sesuai jenis pemilihan dan provinsi. Pekerjaan kecil mengecek caleg ini tidak memakan waktu lama. Juga tentunya mengurangi kemungkinan terpilihnya calon-calon yang sama sekali tidak memiliki pengetahuan akan wilayah tempat bertarungnya. - Politik Penulis Irma GarnesiaEditor Maulida Sri Handayani Daftar Caleg Pemilu 2019 di Indonesia H. ZAINUDIN AMALI DAPIL Jawa Timur XI Riwayat Pendidikan 1979-1982 SMAN IV MANADO 1988-1992 S1 STIE S.... Riwayat Pekerjaan 2004-2009 DPR RI ANGGOTA JAKARTA 2.... Motivasi -...ReadMore PRIHADI SANTOSO DAPIL Jawa Timur X Riwayat Pendidikan S2.... Riwayat Pekerjaan Senior VP & Director PT Smelting, Ad.... Motivasi Saran sesama fungsionaris GOLKAR, memperkaya kepak...ReadMore Ir. H. YUDHA, DAPIL Jawa Timur IX Riwayat Pendidikan S2.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi Menyerap aspirasi masyarakat secara mendalam, meng...ReadMore MOHAMMAD SURYO ALAM, Ak., MBA. DAPIL Jawa Timur VIII Riwayat Pendidikan S2.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi Permintaan, dorongan serta dukungan dari masyaraka...ReadMore Dr. H. GATOT SUDJITO, DAPIL Jawa Timur VII Riwayat Pendidikan S3.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi UNTUK MEREBUT DAN MEMENANGKAN HATI RAKYAT DIBUTUHK...ReadMore M. SARMUJI, DAPIL Jawa Timur VI Riwayat Pendidikan S2.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi MENJADI KEKUATAN YANG MENOLONG...ReadMore Ir. H. M. RIDWAN HISJAM DAPIL Jawa Timur V Riwayat Pendidikan D4/S1.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi Berbakti kepada bangsa dan negara dengan memperjua...ReadMore MUHAMAD NUR PURNAMASIDI DAPIL Jawa Timur IV Riwayat Pendidikan D4/S1.... Riwayat Pekerjaan Anggota DPR 2014-2019.... Motivasi INGIN MENGABDI PADA MASYARAKAT, BANGSA, DAN NEGARA...ReadMore ZULFIKAR ARSE SADIKIN, DAPIL Jawa Timur III Riwayat Pendidikan S2.... Riwayat Pekerjaan TENAGA AHLI FRAKSI PARTAI GOLKAR DPR-RI.... Motivasi AGAR DAPAT BERBUAT LEBIH BAIK DAN LEBIH BANYAK UNT...ReadMore Halaman 1 2 3 4 > Last › Ambon, Sebanyak 120 calon legislatif Caleg memperebutkan kuota 10 kursi DPRD Maluku periode 2014 – 2019 dari daerah pemilihan Dapil III meliputi wilayah Kabupaten Maluku Tengah. “Daftar calon tetapDPT telah diumumkan pada 23 Agustus 2013 sehingga masing – masing kandidat dipersilahkan memproses untuk menarik simpati lebih pemilih di Maluku Tengah,” kata Ketua KPU Maluku Idrus Tatuhey di Ambon, Rabu 4/9. Maluku Tengah juga terbagi atas lima Dapil yang tersebar di 17 kecamatan meliputi 176 desa maupun kelurahan. Apalagi wilayah Maluku Tengah dengan luas KM2, namun KM2 di antaranya adalah laut. “Jadi silahkan memproses, baik melalui perorangan maupun partai politik Parpol untuk menarik simpati pemilih,” ujar Idrus. “Muka lama” yang masih mengikuti Pemilu 2014, antara lain adalah Edwin Adrian Huwae, SH PDIP, Rasyad Efenddy Lauconsina menggantikan almarhum Mohammad Abdullah Latuconsina Partai Golkar dan Lutfy Sanaky, Gerindra sebelumnya PBR. Selain itu, Drg. Liliane Aitonam Demokrat dan Muhammad Umarella, Dapil III memiliki Caleg terbanyak karena jumlah pemilih pada 2014 tercat sebanyak orang berdasarkan keputusan KPU Nomor 22/Kpts/KPU/2013. Keputusannya tertanggal 9 Maret 2013. Disinggung Dapil lainnya terjadi pengurangan kursi, Idrus menjelaskan, di Dapil IV meliputi wilayah Seram Bagian TimurSBT dari empat menjadi tiga, sedangkan Dapil VII Maluku Tenggara Barat dan Maluku Barat Daya dari enam menjadi lima. Sedangkan Dapil VI Kota Tual, Kabupaten Maluku Tenggara Malra dan Kepulauan Aru bertambah menjadi delapan dari sebelumnya tujuh kursi. Dapil II meliputi Kabupaten Buru dan Buru Selatan serta Dapil V yakni Kabupaten Seram Bagian TimurSBT masing – masing kuotanya lima kursi. Jumlah anggota DPRD Maluku periode 2014 – 2019 tidak bertambah yakni tetap 45 orang karena Data Agregat Kependudukan per Kecamatan DAK2 yang diserahkan Pemprov setempat pada 6 Desember 2012 hanya jiwa.ant/tm

daftar caleg maluku tengah 2019